Jumat, 15 April 2011

Ingin Masa Depan si Kecil Cemerlang? Biasakan Membaca


Senin, 11 April 2011 11:51 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Akses informasi tiada batas seharusnya memberikan peluang kepada remaja untuk banyak membaca. Jangan dulu fokus pelajaran seni musik, klub olahraga atau menonton film di bioskop. Pasalnya, semua aktivitas itu  bila tanpa diselingi membaca tidak akan memberikan manfaat yang lebih besar ketika menapaki karir dimasa depan. 


Itulah kesimpulan hasil riset yang dipublikasikan Universitas Oxford baru-baru ini. Riset menyebutkan remaja berusia 16 tahun yang membaca minimal satu buku selama sebulan akan menempati level managerial atau profesional pada usia 33 tahun.



Riset juga menyebutkan aktivitas lain diluar membaca seperti sosialisasi, pergi ke museum, memasak atau hal lainnya tidak akan berpengaruh terhadap karir mereka. Mereka mungkin saja berhasil asalkan diiringi dengan aktivitas membaca. 



Yang menarik, riset tersebut juga menyimpulkan remaja yang banyak menghabiskan waktu untuk bermain game mungkin mengurangi kesempatan mereka masuk universitas ternama. Meski begitu, masa depan karir mereka tidak akan terganggu.



Sue Palmer, Pakar Perkembangan Anak menuturkan membaca membuat anak-anak lebih empati dan membantu mereka bersosialisasi. Menurut dia, aktivitas membaca berikan pengaruh terhadap perkembangan pada otak mereka. "Mereka tidak hanya butuh belajar tetapi juga bersosialisasi dengan masyarakat sehingga dikemudian hari mereka mampu menangani tugas-tugas managerial," kata dia seperti dikutip dari dailymail.co.uk, Jum'at (8/4).



Sebelumnya, tim peneliti di Oxford melibatkan 17.200 pria dan wanita berusia 33 tahun. Oleh peneliti, mereka diminta untuk memberitahu aktivitas yang dilakukan pada saat berusia 16 tahun. Hasilnya menunjukan, 39 persen wanita yang membaca buku menempati posisi managerial pada usia 33 tahun. Hanya 25 persen dari wanita yang tidak menempati posisi tersebut pada usia 33 lantaran aktivitas membaca yang minim.



Untuk kaum pria, peneliti mencatat 48-58 persen pria berhasil menduduki posisi manajerial lantaran mereka membaca buku. Salah seorang peneliti, Mark Taylor mengatakan ada manfaat istimewa yang bersumber pada membaca.  "Membaca buku juga meningkatkan kesempatan pelajar untuk masuk universitas bagus," ujarnya.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Agung Sasongko

Senin, 11 April 2011

Inilah Alasan Mengapa Tidur Cukup Penting bagi Anak-anak


Kurang tidur membuat anak-anak lelah, rewel, dan "kurang beruntung" di sekolah.


Penelitian menunjukkan anak-anak perlu tidur untuk perkembangan otak dan kesehatan. Berikut alasannya:

• Para ilmuwan mengetahui bahwa anak-anak menghabiskan banyak waktu lebih dari orang dewasa menuju apa yang disebut rapid eye movement (REM) dalam tidur, yang merupakan tahap mimpi dari siklus tidur. Bayi menghabiskan waktu sekitar delapan jam dalam tidur REM; dewasa muda menghabiskan waktu sekitar 90 menit dalam tidur REM. Tidur REM adalah waktu yang penting untuk aktivitas otak. Otak tetap aktif selama siklus mimpi seperti  ketika kita terjaga. Para ilmuwan menganggap semua kegiatan ini berhubungan dengan plastisitas saraf - pertumbuhan dan perubahan sel-sel otak - dan percaya bahwa tidur REM memberikan kesempatan untuk pertumbuhan dan perubahan.

• Dalam sebuah studi di Amerika terhadap anak-anak berusia 10 sampai 14 tahun, peneliti membatasi mereka tidur hanya lima jam. Keesokan harinya, baik pemikiran abstrak dan kreativitas mereka (sebagaimana diukur dengan tes standar) mengalami penurunan sementara. Satu studi anak-anak Israel sembilan sampai 12 tahun, dirilis pada tahun 2003, menunjukkan bahwa tidur anak yang disunat satu jam berdampak negatif terhadap jumlah yang mereka bisa ingat dalam tes standar, kata Avi Sadeh, penulis penelitian dan seorang profesor di departemen psikologi di Tel Aviv University.

• Kurang tidur pada anak-anak dimulai selama tahun-tahun sekolah, kata Sadeh. Studinya anak usia sekolah Israel (dari kelas 2, 4 dan 6) dalam 200 menemukan bahwa siswa kelas 6 tidur satu jam lebih sedikit daripada anak-anak muda dalam penelitian dan melaporkan angka jauh lebih tinggi dari kantuk di siang hari. "Perilaku tidur anak yang lebih tua mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan fisiologis mereka," ia menyimpulkan, dan dia memperingatkan bahwa anak-anak berisiko kurang tidur kronis.

• Sebuah studi di Italia dalam sebuah ruang gawat darurat atas anak laki-laki pada tahun 2001 menunjukkan hubungan antara risiko cedera dan tidur kurang.

• Anak-anak yang tidak mendapatkan cukup tidur juga bisa menunjukkan tanda-tanda gangguan hiperaktif, dan aktivitas lebih. "Jika Anda memiliki anak yang memiliki masalah perhatian, impulsif, hiperaktif atau masalah perilaku lain, Anda harus memeriksa masalah tidur," kata Dr Judith Owens, direktur klinik gangguan tidur anak di Hasbro Children's Hospital di Kanada. Meskipun hiperaktif tak sepenuhnya disebabkan oleh kurang tidur, tidur lebih adalah hal pertama yang disarankan oleh dokter untuk mengobati kondisi ini.

http://www.republika.co.id/berita/metropolis/parenting/11/04/02/lj0ckz-inilah-alasan-mengapa-tidur-cukup-penting-bagi-anakanak